English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Home » , » rusaknya dunia akibat kesalahan kita sendiri

rusaknya dunia akibat kesalahan kita sendiri

Written By Unknown on 12.01.2009 | 05:30

Disetiap terjadi bencana yang menimbulkan banyak korban, dan berbagai kerusakan selalu kita mengatakan “SABAR YA…. INI KEHENDAK ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA”, yang seolah olah semua kejadian selalu Allah lah pangkal penyebabnya, dan seolah olah Allah telah bertindak sewenang wenang dan telah berbuat sekehendak Nya sendiri, sehingga kita berkata demikian, karena memang kita sebagai manusia ciptaan Allah yang sangat lemah, sudah seharusnya dan sepantasnya berkata demikian, tapi benarkah, kerusakan dan kehancuran yang kita alami, kita hadapi dan kita rasakan, benar benar hanya Allah sumber penyebabnya, mari kita sedikit merenung dengan firman Allah SWT, dalam QS. Ar-Rum (30) ayat 41 yang artinya :

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan - tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Dari ayat Qur’an surat Ar-Rum tersebut diatas, dijelaskan bahwa kerusakan baik didarat maupun di laut itu, bukan semata mata dari Allah SWT, melainkan akibat ulah tangan manusia sendiri, kerusakan yang dimaksud dalam ayat ini mencakup semua jenis kerusakan yang ada di daratan maupun di lautan, berbagai kerusakan diantaranya semua kerusakan di bidang politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, kerusakan moral dan prilakau, pergaulan, kerusakan alam dan semua cakupan berbagai kata kata “KERUSAKAN”, mental, tidak disiplin, tidak jujur, tidak mau menyembah dan meng Esa kan sang Maha Pencipta, sang pemilik langit dan bumi beserta isinya, serta kerusakan kerusakan lainnya, itu disebabkan kerena perbuatan dan kitalah pelakunya, dan kitalah penyebabnya, bukan dari Allah SWT.

Pendek kata, semua pangkal pokok terjadinya berbagai kerusakan, yang mengakibatkan murkanya Allah SWT, sang Pemilik bumi dan langit beserta isinya adalah kita manusia lah penyebabnya, kita sudah tidak mau lagi menyembah Sang Maha Pencipta, justru malah manusia lebih banyak menyembah makhluk yang diciptakan oleh Sang Maha Pencipta, kita manusia lebih tunduk dan lebih taat kepada makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT, dan bukan taat, takut, patuh dan tunduk kepada Sang Maha Pencipta, yang memiliki bumi, langit beserta isinya.

Dari informasi yang telah Allah SWT informasikan tersebut diatas yang telah diberikan kepada kita, mari kita sadar dan menyadari bahwa berbagai kerusakan dan kehancuran yang kita lihat, kita rasakan dan kita alami, itu semata mata karena kesalahan kita sendiri, bukan Allah hendak menyusahkan, atau menyiksa kita manusia, mari kita sadari juga semua kerusakan yang kita hadapi, kita rasakan dan kita alami saat ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan pangkal penyebabnya, sesuai yang disebutkan dalam firman Allah SWT dalam QS. Ar-Rum tersebut diatas, menurut pengertian dan pembelaan ayat Al-Qur’an, ini karena disebabkan oleh perbuatan tangan tangan manusia itu sendiri.

Jadi jelaslah bahwa kerusakan yang terjadi selama ini, yang kita saksikan yang kita dengar dan yang kita rasakan, bukan dari Sang Maha Kuasa pemilik langit dan bumi, melainkan akibat keburukan, kejahatan, kemaksiatan dan dosa dosa manusia selama ini, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS asy-Syura [42] : 30. yang artinya :

“Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan mu)”.

Ayat ini memastikan bahwa pangkal penyebab terjadinya seluruh kerusakan di muka bumi, baik didarat maupun dilautan adalah akibat pelanggaran dan penyimpangan manusia terhadap ketentuan syariah yang telah ditetapkan sang pemilik alam beserta isinya, yakni Allah SWT, kemudian akibat berbagai pelanggaran dan ketidak disiplinan kita, ketidak jujuran kita, dan pelanggaran pelanggaran lain maka Allah SWT menimpakan kepada kita berbagai hukuman sebagai persekot azab, agar kita sadar dan kita kembali, bertaubat dan agar kita diselamatkan serta diampuni oleh Allah dari berbagai hukuman dan siksaan di akhirat nanti.

Allah SWT, mengingatkan kepada kita dengan berbagai musibah agar kita sadar dan hanya menempatkan Allah SWT sebagai, Pemilik, Pemimpin, dan Maha Raja yang tidak ada bandingan dan tidak sebanding dengan apapun serta kita dianjurkan mengikuti petunjuk dan langkah Rasul Rasul utusan Allah serta menjauhi dan menempatkan setan Laknatulloh sebagai musuh, agar kita diakhirat nanti tidak merasakan azab Nya Allah yang sangat pedih, sebagai mana firman Allah dalam QS. An-Nahl (16) ayat 63. yang artinya “Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih”.

Mari kita taubat yang sebenar benarnya taubat serta kembali pada dua tuntunan dan warisan Nabi Muhammad SAW, yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits, agar dan semoga kita selamat dunia sampai akhirat, Aamiin yarobbal Alamiin.

Share this article :


 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. ISLAMIC READER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger